Beli Motor, To Use or To Sell..? 0

Rabu, 22 Sep '10 10:48

 

Menarik nih baca artikelnya bro Saranto yang menjual Ninja 250-nya. Butuh beberapa hari bagi ane untuk memikirkan artikel ini. Beli motor itu untuk apa sebenarnya..untuk dipakai atau dijual?

Kebanyakan pola pikir konsumen motor sekarang ini menanggap motor itu sebagai aset saja, jarang yang benar-benar memperlakukan motor sebagai hobby. Himpitan situasi dan kondisi menyebabkan sebuah motor secara gradual semakin terdegradasi nilainya, entah itu karena kondisi ekonomi sang pemilik (internal) maupun eksternal.

Dalam kasus bro Saranto, ane mengamati bahwa ia menjual Ninja 250-nya karena himpitan faktor eksternal alias lingkungan. Ane perkirakan rute harian bro Saranto yang berkantor di kawasan Mega Kuningan ini sangat tidak layak baginya untuk mengendarai Ninja 250.

Sebabnya apalagi kalau bukan kemacetan, kondisi jalan terus menghimpit pola pikir pengguna motor. Yang tadinya hobby motor besar mulai berpikir.."ah ngapain gue pakai motor gede-gede..nanti bisa kena senggol motor bebek bisa gawat, mendingan gue pakai motor bebek atau matik juga..kalau kesenggol gak gitu nyesek..". Begitulah kira-kira pemikiran pemakai motor saat ini. Kondisi jalan pulalah yang menyebabkan piramida populasi jenis motor semakin gepeng..populasi motor low-end semakin banyak, sementara populasi motor mid-end dan hi-end semakin berkurang. Lha wong pada banting setir ke low-end. Pola pikir konsumen ketika beli motor, pasti terbersit pikiran "harga jualnya lagi berapa ya?"

Ini akibat ulah oknum-oknum pemerintah yang tidak becus mengatus kondisi lalu-lintas dan tak becus mengatur populasi kendaraan pribadi.

Akibatnya lagi...isi jalanan jadi TAK SEDAP DIPANDANG.. cobalah sekali-sekali ente ngintip negara tetangga. Gak usah jauh-jauh laagh...ke negara yang kemarin kedutaan besarnya dilempari kotoran manusia. Ya di Malaysia kondisi lalu-lintasnya lebih sedap dipandang. Banyak motor besar berseliweran. Angkutan umumnya rapi terpelihara..tidak jorok dan reyot seperti di Indonesia.

 

berhimpitan di atas motor begini..siapa mau?

So..dengan himpitan kondisi ini, jika sang sepeda motor memiliki ikatan emosional yang kuat dengan sang pemilik, maka banyak sekali sepeda motor yang patah hati. Bayangkan saja..ia dibeli hanya untuk dijual kembali.. Tanpa sang pemilik mau menyayangi dan merawat sang motor sepenuh hati.

Bagi ane pribadi, niat awal ane memiliki sepeda motor adalah untuk dipakai dan dirawat. tentunya setelah hitung-hitung kemampuan finansial. Memang merawat sepeda motor adalah sebuah kesenangan tersendiri. Sejuk mata ini melihat motor yang kinclong dan terparkir rapi di garasi.. Dibawa jalan pun tidak malu-maluin..

Tentu saja ane pernah jual motor, tapi diganti dengan yang lebih baik, entah itu cc-nya nambah atau desainnya lebih fresh..seperti waktu ane jual Yamaha Scorpio lalu beli Bajaj Pulsar 180.. Namun itu bukan karena himpitan kondisi jalan..tapi lebih karena niat tulus untuk merawat dan memakai sang motor.. Beberapa motor akan ditakdirkan menjadi legenda, seperti Kawasaki Ninja 150RR atau NSR 150SP.. Bagaimana dengan Ninja 250R..?

Biarkan Nelson dengan hit "Only Time Will Tell" nya yang menjawab.. :mrgreen:

 

So..take care of your bike, and he will take care of you..

 


Tag: motor, jalan, beli, dijual, himpitan, kondisi, ekonomi, finansial konsumen

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat