Ada Benda Yang Namanya Rem Bro..! 1

Rabu, 22 Sep '10 10:53

 

sumber: OtomotifNet

 

Segera share mumpung pengalaman masih segar..!

Baru saja ane melintas di bilangan Jl. Gatot Subroto, lalu-lintas relatif lancar meskipun cuaca hujan deras. Ane bersama pak sopir kantor mengarah ke Semanggi dari Mampang.

Seperti biasa ane punya kebiasaan memantau spion kanan dan kiri mobil, meskipun pak sopir ini sudah sangat berpengalaman bertahun-tahun mengabdi, rasanya tak lengkap jika ane tidak memantau kondisi di sekeliling mobil.

Puluhan motor tampak menyalip mobil yang ane tumpangi dengan kecepatan tinggi. Ya jalanan lancar memang memacu pengendara untuk ngebut. Padahal jalanan basah karena hujan..Apakah mereka tidak takut terpeleset? Banyak sekali diantara mereka yang berkendara motor hanya pakai sandal jepit..

Ah kasihan sekali orang-orang yang belum melek resiko ini..

 

sumber: KlatenOnline

Belum selesai ane melamun sambil memandangi spion sopir di sebelah kanan tiba-tiba pak sopir mengurangi kecepatan karena di depan ada motor yang rem mendadak, namun lampu rem nya tidak menyala. Ane hanya melirik sesaat ke arah depan tiba-tiba... BRAKKK... ada benturan di bagian belakang ane yang sudah ane prediksikan..

Kilas balik sejenak beberapa detik setelah ane melirik ke depan, ane melihat ada motor matic yang sudah ancang-ancang menyalip mobil namun karena mobil mengurangi kecepatan secara mendadak, sang pengendara tak sempat menghindar sehingga stang maticnya menyenggol body belakang mobil.

Pengendara itu pun terjatuh..

Ane segera turun bersama pak sopir..dan tanpa basa-basi sang pengendara matic langsung ambil kuda-kuda hendak memukul sopir ane. Refleks ane tahan kepalan tangannya dan minta dia untuk sadar dulu.

"Kalau rem jangan sembarangan pak..!" begitu hardiknya dengan nafas tersengal-sengal..

"Bapak juga harusnya jaga jarak..saya ngerem karena di depan ada motor yang ngerem mendadak..bapak naik motor juga harusnya tau diri, gak main nyalip saja.." tukas sopir ane yang ane kagumi karena kesabarannya.

Mendengar penuturan itu, sang pengendara matic langsung ngeloyor pergi tanpa basa-basi. Mungkin dalam hati ia mengakui kesalahannya.

Moral dari kejadian ini adalah seperti yang ane kutip dari bro Bambang Witjaksono, salah satu dedengkot Pulsarian Safety Riding Team (PSRT) bahwa "RISK NEVER SLEEP, THINK SAFETY AND ACT SAFETY".

Tanpa maksud membela sopir ane, ane hanya menekankan bahwa kejadian tabrak belakang seperti ini sering terjadi dan sulit memutuskan siapa yang harus bertanggung jawab. Dalam kasus ane sang pengendara bebek yang lampu rem nya mati adalah "root cause" nya, sementara kejadian yang menyusul hanyalah efek domino.

Bagaimana dengan pengendara matic?

Ane menilai dirinya kurang memahami arti resiko. Ia berkendara dengan kecepatan tinggi dalam kondisi jalan basah dan menyalip mobil tanpa persiapan dan perkiraan yang memadai.

Dalam sebuah diktat safety riding ane ingat betul bahwa seorang pengendara harus terus melakukan SEE (Search, Evaluate, Execute) alias memantau kondisi jalan setiap saat dengan pikiran "What If..." begini dan begitu.

Dengan demikian potensi resiko yang kerap muncul di jalanan kota besar yang penuh dengan bahaya ini dapat disikapi dan dihindari sejauh mungkin.

Semoga share ane berguna untuk keseharian berkendara ente.

 


Tag: motor, mobil, tabrak, berkendara, hujan, licin

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Komentar:

jksnts 0 0
Good post.

Silahkan login untuk memberikan pendapat